![]() |
| Orgnisasi Ektrakampus di Indonesia |
Saat mahasiswa baru mendaftar ulang di perguruan tinggi, ramailah kader organisasi ekstra kampus menginisiasi perekrutan dari mahasiswa yang baru saja mendaftar. Sepintas seperti biasa saja, namun seringkali ada suara suara sumbang yang turut mewarnai kemunculan mereka.
Sepintas terlihat bahwa organisasi ekstrakampus seperti partai politik. Bagi mahasiswa yang tidak mengikutinya, terkesan OMEK hanya muncul pada 2 momen, 1) pendaftaran mahasiswa baru, 2) kontentasi pemilu mahasiswa. Setelah itu, mereka seperti organisasi dormansi
#1 Perilaku Berebut Pengaruh
Perilaku ini terlihat saat pemilu mahasiswa. Bagaimana mereka membangun sistem untuk merebut posisi organisasi kemahasiswaan. Miriplah dengan partai politik yang berebut pengaruh untuk mendapat kursi parlemen, atau bahkan kursi presiden.#2 Sisi Kesejarahan dengan Organisasi Induk
Hampir semua Omek memiki kesejarahan organiasi lain, pasti ada urgensi di masa lalu sehingga organisasi tersebut muncul. Misalnya HMI yang lahir di tahun 1946 berserta kedekatannya dengan Masyumi, GMNI di tahun 1954 serta kedekatannya dengan PNI, PMII di tahun 1960 yang digagas oleh mahasiswa-mahasiswa NU, IMM di tahun 1964 dari lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah hingga yang paling muda yakni KAMMI di tahun 1998.Hampir tiap organisasi ekstra kampus mengklaim independen, namun ada sisi-sisi kesejarahan dan nilai ideologis yang tak terpisahkan. Kecuali IMM yang memang menjadi organisasi otonom (ortom) dari Muhammasdiyah.
#3 Hubungan Partai Politik
Hubungan dengan partai saya bedakan dua jenis, yakni masa lalu atau masa sekarang. Hubungan dengan partai politik di masa lalu di poin #2 di atas. Di masa kini, hubungan antara organisasi ekstra dan partai politik sangat tidak terlihat. mengingat alumni omek (yang berkiprah di dunia politik) juga tersebar di berbagai partai politik. Namun, tetap ada konsentrasi ertentu dari alumi-alumni OMEK ini.Diakui bahwa, alumni HMI terlihat sangat cair dalam distribusi anggotanya di berbagai partai politik, meski banyak terkonstrasi di Partai Golkar (lihat list di wikipedia). Disusul dengan PMII dan GMNI. Alumni PMII cenderung ikut dalam jaringan politik yang berbasis NU, kebanyakan berkiprah di partai politik Islam seperti PPP, dan PKB, meski ada pula yang beikrah di luar kedua partai tersebut. Sedangkan cenderung ke partai nasionalis seperti PDI-P.
#4 Idealisme Organisasi
Idealisme yang dianut mahasiswa ekstra kampus ini lebih konkret berdasar ideologi tertentu. Meski sama-sama menerima Pancasila sebagai ideologi negara, mereka memiliki cara khas tersendiri dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Perbedaanya terdapat pada nilai dasar dan orientasi yang berbeda. Misalnya saja HMI dengan ciri khasnya, PMII dengan konsep tawasuth ala NU, IMM ala Muhammadiyah, GMNI menjunjung doktrin Marhaenisme, KAMMI dengan Islamisme ala IM.Semua organisasi ekstrakampus memiliki kesamaan tujuan dalam mengembangkan ideologi, mengembangkan organisasi. Menguasai pos-pos strategis mahasiswa sama saja dengan mempercepat penyebar luasan mengenai ideologi, idealisme, dan nilai-nilai yang dijunjung tiap OMEK.
Semua OMEK bisa diajak duduk bareng, buka saja di forum-forum diskusi. Tapi jangan undang saat dua momentum di atas. Karena mereka pasti sibuk dalam berbagi strategi perekrutan atau pemenangan pemil mahasiswa.
