Citra Diri Kader Ulul Albab

Ulul Albab (أولو الألباب) adalah jargon PMII. Jargon ini juga digunakan oleh kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Terpampang jelas pada logo yang ditulis dengan khat tsuluts berlatar belakang warna hijau.

Yang jelas, artikel ini tidaklah ditunjukkan oleh mahasiswa UIN Malang, PMII khususnya. Karena untuk memahami Citra Diri Ulul Albab mereka menempuh 1 mata kuliah. Tidak seperti di kampus lain (dan lagi-lagi PMII terutama) yang sangat minim pengetahuan tentang Ulul Albab. Itu pun kalau ada senior yang mau dan bisa meluangkan waktu untuk berdiskusi materi ini.

Meski materi ini masuk dalam kurikulum Pelatihan Kader Lanjut (PKL), untuk mememahami materi ini, sebenarnya tidak perlu harus mengikuti PKL. Tataran basis setelah Mapaba pun layak diberi materi ini. 

Ayat yang menjelaskan jargon ini adalah:

الذين يذكرون الله قياما و قعودا وعلى جنوبهم ويتفكرون في خلق السموات والأرض ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار

Ulul Albab adalah tipe manusia yang holistik, menyeluruh, ada koneksi yang sinkron antara hati, akal dan perbuatannya. Sehingga dikembangkan lah motto PMII: dzikir, fikir, amal sholeh sebagai suatu integral kepada seorang pribadi.

Dzikir, berarti mengingat. Allah adalah satu-satunya refleksi  puncak dalam setiap kegiatan manusia. Dzikir merupakan aktivitas hati untuk selalu mengingat Allah. Dzikir dalam Islam merupakan perkara ibadah yang ghoiru mahdhoh, dan tidak dijelaskan rinci teknis pelaksanaannya. Dalam ayat di atas, dzikir dapat dilakukan dengan berdiri, duduk bahkan berbaring pun.

Fikir (pikir; red EDY) adalah aktivitas yang ditujukan kepada seluruh makhluk (فى خلق السموات والارض), bukan kepada dzat Allah. Aktivis ini mengajak manusia untuk berfikir, rasional, kritis, empiris dalam objek kajiannya.

Terakhir adalah amal sholeh yang merupakan buah dari dzikir dan fikir. Memang tidak ada tertulis secara tersurat pada ayat tersebut, tetapi itu merupakan tersirat buah dari dzikir dan fikir tersebut.
Baca pula, PKL ajak untuk melakukan Pencarian Paradigma PMII
Dalam aktivitas dzikir dan fikir diatas. Semua berujung pada kesadaran diri untuk selalu berusaha untuk menjadi terbaik. Posisi terbaik itu lah yang digambarkan sebagai keselamatan dari api neraka.

Dzikir merupakan aktivitas hati. Tentu hati secara psikologis, karena hati dalam perkembangan ilmu biologi modern adalah untuk detoksifikasi racun dalam hati. Literatur Arab klasik ada yang mengatakan bahwa hati berada di tengah dada, agak ke kiri. Organ ini dalam biologi disebut jantung.

Jantung dalam bahasa Inggris diartikan sebagai heart, sedangkan hati adalah liver. Linier dengan rasa sakit hati yang terasa sesak di bagian dada. Bukan di perut sebelah kanan, karena disitulah tempat hati (liver) dalam perkembangan sains modern.

Kembali pada 2 paragraf sebelumnya, "Dzikir adalah aktivitas hati" melalui dzikir ini lah manusia akan dituntun menuju perenungan batin yang dalam sehingga mempengaruhi seluruh perilaku individu.

Ada hadits yang mengatakan bahwa dalam diri manusia ada segumpal darah yang apabila baik (segumpal darah itu) maka baik pula seluruh pembuatannya, apabila buruk, maka rusaklah perbuatannya.  Kata sholuha baik menunjukkan relevansi/ kemanfaatan individu uang utuh.

Bagaimna menjadikan diri ulul albab di era millenial ini? Tentu akan menjadi pertanyaan besar.

Disqus Comments